Halo !!! Saya Tatik Hartanti, ini adalah blog tentang Catatan Kecil Saya

Contoh Pidato Hari Pahlawan Nasional 10 November 2014 Terkeren

Beberapa contoh pidato tentang Hari Pahlawan Nasional 10 November terkeren dan terbaru akan kami sajikan kali ini. Buat temen-temen yang duduk di bangku sekolah dasar, menengah, maupun atas jika memerlukan bahan untuk tugas sekolah yang berkaitan dengan pidato hari pahlawan bisa mengambil referensi dari contoh pidato hari pahlawan yang akan kami sajikan. Selain untuk tugas sekolah, pidato tentang hari pahlawan juga bisa kita jadikan inspirasi dan semangat untuk melanjutkan perjuangan pahlawan yang telah gugur mendahului kita.
Hari perjuangan para pahlawan
Selamat Hari Pahlawan

Sebelum kita membahas soal isi pidato hari pahlawan, alangkah baiknya jika kita tahu sejarah tentang hari pahlawan. Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November ini tentu memiliki sejarah yang hebat. Temen-temen penasaran kan? Kenapa sih kok mesti tanggal 10 November, bukan tanggal 1 Januari atau 25 Desember aja? Kalo tanggal 1 Januari, ntar yang ada malah pesta kembang api di malam hari bukannya mengheningkan cipta untuk para pahlawan yang telah gugur, hehe.

Kalo tanggal 25 Desember, nanti menggangu ibadah umat beragama Kristen. Makanya ditetapkan tanggal 10 November saja. hehe. Eh, bukan karena itu, Hari Pahlawan Nasional ditetapkan oleh pemerintah pada tanggal 10 November atas dasar untuk memeringati gugurnya para pahlawan yang berperang pada pertempuran Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Sebuah pertempuran besar dalam sejarah memperebutkan kemerdekaan Indonesia.

Pejuang Indonesia yang kala itu dipimpin oleh Bung Tomo harus melawan tentara Inggris yang jumlahnya lebih dari 30.000 orang. Ribuan pahlawan Indonesia gugur kala itu. Untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur, maka pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional.

Merdeka atau Mati
Bung Tomo


Mari kita sejenak mengheningkan cipta untuk mendoakan pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Baik lah, pidato tentang hari pahlawan akan kami persembahkan untuk pengunjung dan pembaca setia Catatan Kecil si Embeng. Langsung aja ya, Cek Dis Out!  ^_^
Ads by google:

Contoh Pidato Tentang Hari Pahlawan Nasional 10 November 2014

  
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Yang terhormat bapak Kepala SMA Negeri 01 A, beserta para guru dan staff Tata Usaha SMA Negeri 01 A, dan semua teman-teman ku dari kelas X sampai XII yang saya sayangi.

Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat Allah Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan nikmat kepada kita semua, baik nikmat jasmani, rohani, iman dan islam, sehingga kita bisa berkumpul dan bertatap muka pada kesempatan yang bahaga ini. Sholawat serta salam selalu kita haturkan untuk nabi kita tercinta, baginda Nabi Muhammad SAW yang selalu kita nanti-nantikan syafaatnya di yaumul kiyamah nanti.

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak/Ibu guru yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan pidato singkat mengenai Hari Pahlawan Nasional yang telah ditetapkan pada tanggal 10 November 2014.

Mari lah kita menundukkan kepala sejenak untuk mengheningkan cipta dan mendoakan pahlawan yang telah gugur dan sangat berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia. Mengheningkan cipta. mulai!
Mengheningkan cipta selesai!

Sudah 69 tahun negara kita merdeka. Tentunya merupakan usia yang masih sangat muda untuk kemerdekaan dibandingkan dengan terjajahnya bangsa kita oleh bangsa lain. Berabad-abad bangsa Indonesia hidup di bawah penderitaan. Ir Sukarno, Bung Tomo adalah contoh kecil pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Betapa berjasanya para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdakaan untuk kita semua. Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengobarkan kembali semangat '45 untuk saya pribadi tentunya dan para hadirin sekalian.

Hadirin sekalian.

Hari ini adalah tanggal 10 November. Negara Indonesia memperingati tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional. Hari dimana 69 tahun yang lalu puluhan ribu pahlawan gugur dalam pertempuran melawan tentara asing. Dengan bermodalkan bambu runcing dan senjata seadanya, serta semangat yang membara, para pejuang Indonesia berperang habis-habisan melawan tentara Inggris dan sekutunya. Tanpa letih dan lelah, selama tiga minggu para pejuang Indonesia bertempur habis-habisan. Tak ada rasa takut, lapar, haus, dan kematian yang sanggup menyurutkan semangat mereka. Dalam benak mereka, lebih baik mati dalam peperangan daripada dijajah bangsa tak beradab. Tak henti-hentinya Bung Tomo membakar semangat para pejuang. "Merdeka atau Mati!!!", begitu lah kata yang selalu terucap dari mulut beliau.

Sungguh perjuangan yang sangat hebat, bukan? Tanpa pengorbanan mereka, mustahil kita bisa menikmati indahnya kemerdekaan saat ini. Sudah seharusnya kita sebagai anak muda penerus generasi bangsa meneladani semangat beliau-beliau yang telah gugur.

Di zaman yang telah merdeka ini, kita tidak dituntut untuk bertempur melawan penjajah kolonial Belanda, Inggris, Jepang maupun sekutunya. Bukan lagi dengan mengankat bambu runcing dan senapan api. Meskipun demikian, kita harus tetap berjuang untuk melawan para penjajah. Lah kok masih harus berjuang, bukan kah kita sudah merdeka? Memang, secara de facto dan de jure negara kita sudah merdeka. Tetapi, bagi saya negara tercinta ini belum merdeka.

Setelah 69 tahun merdeka dari bangsa asing, bangsa kita masih dijajah oleh kemalasan, kebodohan, kemiskinan, dan perpecahan. Kita sebagai generasi muda, masih bisa berjuang dan mengangkat senjata kita untuk memerangi para penjajah tersebut. Dengan apa kita bisa melawan? Tentunya dengan pensil dan pena yang kita miliki. Maksudnya seperti apa? Pertanyaan yang bagus. Dengan pensil dan pena yang kita miliki, kita bisa menuliskan sejarah baru untuk negeri kita. Sebagai pelajar, tugas utama kita adalah belajar. Kita harus mampu melawan kebodohan yang telah menjajah selama ini. Kita harus tetap semangat dalam menempuh pendidikan agar bisa menjadi generasi penerus bangsa yang hebat. Kita harus menjadi orang sukses agar bisa menuntaskan kemiskinan di negeri ini.

Jangan sekali pun ada kata menyerah dalam kamus kita. Kita masih muda. Kita harus berjuang. Kita harus bisa meneruskan perjuangan para pejuang kemerdekaan yang telah mati dalam pertempuran. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan hal yang positif. Tapi jangan positif hamil lo ya, hehe. Belajar yang tekun dan terus berusaha adalah kewajiban kita. Kita kobarkan kembali semangat '45. Kita tak boleh kalah dengan para pendahulu kita. SEMANGAT !, NEVER GIVE UP !, dan TERUS BERUSAHA !

Demikian sedikit tutur kata sekaligus penyemangat yang bisa saya sampaikan. Apabila ada tutur kata maupun kekurangan dalam penyampaiian, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.


Semoga contoh pidato tentang Hari Pahlawan Nasional 10 November 2014 bisa membantu menyelesaikan tugas temen-temen yang masih duduk di bangku sekolah. Serta bisa menjadi inspirasi dan semangat untuk mengisi kemerdekaan.

Kami berharap saran dan kritik yang membangun dari temen-temen agar bisa berbagi hal serupa pada kesempatan yang lain. Tentunya dengan materi yang lebih bagus lagi.

Silakan berikan komentarnya pada kolom komentar di bawah. Jangan lupa di share ke Facebook, Twitter, atau pun Google+ kalian ya. Terima kasih. ^_^