Halo !!! Saya Tatik Hartanti, ini adalah blog tentang Catatan Kecil Saya

Ibu Kartini, Engkau Pahlawan Ku

Ibu Kartini
R.A Kartini

Ibu kita kartini, putri sejati.... Putri Indonesia harum namanya ...

Eits... Ikutan nyanyi kan.. Hayoo lirik lagu ini tak mungkin asing bagi kita, lirik lagu apakah ini ??

Yuk.., diingat-ingat. Sudah nemu jawabannya??

Tepat sekali... Ini adalah lirik lagu Ibu Kita Kartini ciptaan dari W.R. SUPRATMAN yang menjadi lagu wajib nasional kita sebagai warga negara Indonesia. Jadi teringat sewaktu masa Sekolah Dasar dulu, tepatnya mata pelajaran SSD (Seni Suara Daerah) lagu ini jadi andalan ketika diminta menyanyi, walaupun dengan suara pas-pasan ..
Oh iya..., ingatkan hari ini tanggal 10 November, artinya ini adalah Hari Pahlawan. Kali ini kita akan membahas soal pahlawan kita. Salah satunya pahlwan perempuan, beliau ialah Raden Ajeng Kartini.

Ibu Kartini merupakan pahlawan wanita yang lahir pada 21 April 1879 di kota Jepara, anak ke-5 dari 11 bersaudara, dari pasangan Raden Mas Ario Sosroningrat dan M.A Ngasirah, wanita pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Beliau masih diperbolehkan bersekolah di ELS( Europese  Lagere School ) sampai berusia 12 tahun. Di sana beliau belajar bahasa belanda. Namun setelah berumur 12 tahun beliau harus tinggal di rumah untuk dipingit.

Kartini dinikahkan orang tuanya dengan seorang bupati Rembang yang bernama K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki istri 3. Beliau menikah pada 12 november 1903. Dan tak lama beliau dikaruniai anak dengan nama Soesalit Djojoadhiningrat yang lahir pada 13 september 1904, anak pertama sekaligus yang terakhir, karena pada 17 september 1904 Kartini wafat dan di makamkan di desa Bulu, kecamatan Bulu, Rembang.

Semasa hidupnya Kartini adalah seorang kutu buku, penulis, istri yang setia dan sangat peduli dengan kaumnya oleh sebuah kultur yang tidak berpihak kepada perempuan.

Tahun 1911, Mr. JH. Abendanon (Kepala Dinas Pendidikan saat itu) menerbitkan kumpulan surat-surat R.A Kartini, yang telah beliau kirimkan ke temannya di belanda dengan judul Door Duisternis tot Lich, kemudian terbit pula edisi Bahasa Inggrisnya dengan judul Letters of a Javanesse Princess. Tahun 1992, diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dengan judul "Habis Gelap Terbitlah Terang". Buku ini diterbitkan oleh Balai Pustaka oleh sastrawan Pujangga Baru Armijn Pane.

Karena jasa-jasa selama hidup bahkan sampai akhir hayat, akhirnya melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 tahun 1964, tanggal 2 mei 1964, Presiden Soekarno kala itu menetapkan RA KARTINI sebagai pahlawan kemerdekaan nasional sekaligus menetapkan hari lahir kartini, tanggal 21 April sebagai hari peringatan yang di kenal dengan "Hari Kartini"

Ibu Iriana Joko Widodo
Ibu Iriana Jokowi
Nah..., setelah kita tau tentang siapa ibu kartini itu,. menurut teman-teman siapa sih yang boleh dikatakan Kartini era sekarang? Tentu banyak pendapat yang ingin disampaikan bukan. Bolehkah saya mengajukan satu nama? Tidak lain tidak bukan beliau adalah Ibu Negara kita sekarang periode 2014-2019. Iya,,, Ibu Iriana Jokowi lahir di Surakarta pada 1 oktober 1963 . Sebelum menjadi ibu negara, beliau merupakan:

  • Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi KI Jakarta (2012-2014)
  • Ketua Tim Penggerak PKK Kota surakarta (2005-2012)


Tentu masih banyak Kartini-Kartini yang lain diluaran sana. Dari sini kita bisa mengambil pelajaran. Bagaimana pun perempuan juga memiliki hak yang sama seperti halnya seorang laki-laki. Namun dengan posisi yang berbeda tentunya. Perempuan adalah pendamping untuk lelaki dan sewajarnya saja wanita itu mendapatkan tempat terindah dimata lelaki. Tempat yang semestinya di dapatkan.

Sekian dulu catatan kecil tentang Ibu Kartini, Engkau Pahlawan Ku. Jangan lupa baca juga contoh pidato hari pahlawan yang sangat unik dan menarik.

Jangan lupa share dan beri komentar ya ^_^ Terima kasih ^_^