Halo !!! Saya Tatik Hartanti, ini adalah blog tentang Catatan Kecil Saya

Ibu Durhaka VS Putri Herlina Cacat Perawat Bayi

Ditemani sebuah lilin sebagai penerangan di kegelapan malam karena mati lampu. Ingin rasanya diriku memijat-mijat keypad Si Hitam untuk berbagi kisah inspiratif dari Putri Herlina.

Hari ini ku mulai aktivitas dengan segenggam harapan, harapan mendapatkan ilmu apapun yang lebih baik lagi. Berangkat dari rumah dengan doa dari sang mamah tercinta, pro kontra pun ada ketika berangkat kerja, bagaimana  tidak ?? di saat mereka libur di hari minggu , karena tanggal merah. Aku tetap saja masuk kerja.


Saat aku mulai malas, dan ingin rasanya tidak masuk kerja, seketika itu juga aku teringat akan senyum semangat pasien yang menginginkan kesembuhan. Mereka adalah semangatku untuk masuk kerja  ^_^
 

Selang beberapa jam , ada seorang ibu-ibu, belum terlalu tua sekitar 30tahunan, dengan ramah diriku pun mulai menyapa “ cari obat apa bu ?? . dengan cepat dia berkata “ cari obat terlambat bulan mbak…”

Diriku pun menjawab dengan tegas “ maaf bu… di sini tidak ada obat yang ibu maksutkan, kalaupun ada sifatnya cuman memperlancar haid saja.. bukan untuk yang sudah terlambat”
“ masak iya…. Di sini tidak ada obat itu, jangan bohong niya mba,, kalau ini ya tidak bisa wong sudah telat kok, anak saya masih kecil. “ ucap ibu itu yang benar-benar sinis.
 

Dalam hati saya ingin rasanya marah ke ibu ini,, .hatinya entah terbuat dari apa sehingga tega ingin menyudahi perkembangan janin di perutnya. Sesekali diriku mengelus dada, memanglah diriku belum pernah merasakan di posisi ibu tersebut, tapi…. Sampai kapanpun nanti hingga saya menjadi seorang ibu tak kan pernah melakukan hal terbodoh ini. Ibaratnya mau enak tapi tidak mau anak.

Jadi teringat akan kisah Putri Herlina , .. di sekolah dia dipanggil Putri, di panti dia dipanggil Lina. Gadis cantik ini tumbuh di dalam panti dengan semua keterbatasan yang dimilikinya, sekarang menjadi gadis yang cerdas, dan mendedikasikan waktunya untuk mengurus bayi-bayi yang senasib dengannya...

Kisah Hebat Putri Herlina
Putri Herlina Sedang Merawat Bayi

Secara fisik memanglah dia tidak sempurna, tapi sesungguhnya dia begitu sempurna..tidak memiliki 2 buah tangan seperti manusia normal biasanya, namun seperti ada tangan yang tumbuh keluar dari hatinya... tangan yang indah yang mampu memeluk bayi-bayi malang di dalam panti...seperti sayap yang dimiliki ibu yang mengasihi anak-anaknya.

Lina… begitulah sapaan akrab Putri Herlina, yang mengaku dirinya "dibuang" orang tuanya sejak baru lahir. "Aku ditinggal di rumah sakit, mungkin karena tidak punya tangan dan mereka malu," ungkapnya.. Akhirnya, dia dititipkan rumah sakit ke Yayasan Sayap Ibu di Jalan Rajawali No 3, Pringwulung, Desa Condocatur, Kecamatan Depok Kabupaten Sleman, DIY.


Dengan penuh kasih sayang, pemilik panti, Susiani atau Bu Naryo saat itu berusia 25 tahun dan menjadi relawan, merawat Putri hingga dewasa

Yayasan Sayap Ibu didirikan oleh Soelastri, istri Bung Tomo, pahlawan perang Surabaya 10 November, pada 1955. Yayasan ini memang menampung anak-anak yang "tak dikehendaki" ayah-ibunya. Rata-rata mereka mengalami cacat ganda. Yakni, cacat fisik dan mental karena aborsi yang gagal. Sehari-hari mereka hidup mengandalkan donatur tidak tetap dan dana pemerintah.

Sering kita mendengar bahwa Rejeki, jodoh dan mati ada  di tangan Tuhan Yang Maha Esa.hal itu memang benar adanya, Meski terlahir tanpa kedua tangan, Putri Herlina, telah dipertemukan dengan jodohnya. Wanita kelahiran 3 Oktober 1988 dengan penuh rasa bahagia menerima suntingan Reza Hilyard Soemantri,seorang musisi dan juga putra salah satu mantan petinggi (Deputi Gubernur) Bank Indonesia, Maman Husein Soemantri.

Dengan penuh rasa haru, pernikahan keduanya dilangsungkan pada Minggu malam, 13 Oktober 2013 di Balai Sinta, Gedung Wanita Tama Yogyakarta. Air mata kebahagiaan mengalir di segenap wajah keluarga mempelai laki-laki dan perempuan dari Yayasan Sayap Ibu, tempat tinggal Putri Herlina.

Allah membuktikan janjinya, derajat seseorang yang lahir di dunia dengan segala keterbatasan dan kekurangan diangkat tinggi di depan manusia lainnya. Kisahnya yang terkesan seperti dongeng ini benar-benar menginspirasi banyak orang yang lahir dengan sempurna, dengan limpahan harta dan kasih sayang orang tuanya.

Putri herlina yang tadinya adalah bayi yang sama sekali tak di inginkan karena keterbatasan fisiknya, kini menjelma menjadi seorang wanita yang penuh dengan segala kesempurnaan. Kita yang memiliki anggota tubuh lengkap seharusnya mampu melakukan hal yang jauh lebih baik. Melakukan hal yang setidaknya membuat diri kita, orang tua bangga atas apa yang kita lakukan.