Halo !!! Saya Tatik Hartanti, ini adalah blog tentang Catatan Kecil Saya

Indahnya kabut Di Demak :)

Pernahkah melihat kabut di pedesaan? Apa sih yang sahabat rasakan saat itu?

Kemarin tanggal 25 maret aku dan mamah pergi ke tempat Mbak tertuaku, dikarenakan ada sedikit syukuran di sana. Saat ini Mbak berdomisili di Demak, soal alamat yang lengkapnya apa sampai sekarang pun masih belum hafal, tahunya hanya kampung mintreng saja.

Berangkat dari rumah sekitar setengah 6 pagi, selain untuk menghindari polisi, macet, perjalan jam segitu sama sekali tidak panas. Cara teraman untukku, yang paling anti dengan cuaca panas, hahaha lagaknya :D

Perjalanan dari tempatku ke rumah Mbak kurang lebih 2 jam 30 menit, hal ini tentu akan membuat punggung serasa diberi beban beratus-ratus kilo, kaki ditarik keras-keras, pokoknya nikmat banget. Apalagi untuk diriku ini yang kurang suka perjalanan, hahahaha

Semua itu terobati ketika melihat senyum dari keluarga besar di sana, apalagi melihat si dia yang kini menjadi ibu hamil. Tak menyangka kini dirinya  sudah menjadi istri orang dan sekarang sedang hamil. Perasaan baru kemarin kita mandi bareng, bermain di sungai, makan satu eskrim berdua, dan hal yang paling tidak terlupa ketika diriku meminta paksa baju yang sedang dia pakai, dia adalah keponakan, anak dari Mbak saya. Biasa memanggilnya dengan sebutan “Nte” .

Alhamdulillah semua lancar, sebelum beranjak tidur kami sempat cerita-cerita, sampai akhirnya satu persatu pergi menuju kamar, efek capek pasti kantuk mulai datang. Esok harinya kami (aku dan mamah) berpamitan pulang, jika dibandingkan dengan kemarin waktu berangkat, kala itu kami agak siangan dari rumah, sekitar jam 6 lebih 5 menit.

Di tengah perjalan saya agak heran dan timbulah pertanyaan ke mamah, “ Mah, di sana kok iya ada kabut bener nda sih? Sambil nunjuk jalan arah pulang.


Mamah hanya menjawab, “ Ah.. paling juga pak tani lagi bakar batang padi yang kuning tha”

Tapi aku pun masih bertanya-tanya sendiri kenapa terlihat ada kabut setebal itu iya padahal waktu menunjukkan pukul 06.21. Aku berusaha memastikannya lagi, mulai menepi dan melihat kaca helm, ternyata memang basah, tapi pikiranku saat itu mungkin tadi sebelum dipake helmnya ke tumpaham air, saking tidak percayanya. Memastikan lagi ke kaca spion memang benar-benar basah kok.

Pertama kalinya saya merasakan keagungan sang Pencipta secara nyata, yang biasanya hanya terlihat di televisi. Udara dingin, kabut, begitu kenikmatan yang luar biasa, pertama kali saya rasakan saat perjalanan dari Demak.

Tak lupa saya pun mengabadikan gambarnya di hp jadul, tapi sangat berfungsi, ada saat diperlukan :) . Saat itu hanya ada rasa kagum yang menyelemutiku, pengalaman perjalanan yang tak terlupakan.

Setelah mengabadikan gambarnya, perjalanan pun segera kuteruskan. Untuk menuju rumah tercinta merupakan PR terbesar, bagaimana tidak selalu saja lupa mana arah yang harus dilalui.

Alhasil, nyasar pun menjadi momok yang menyenangkan, sudah berulang kali perjalanan demak-tayu tapi hal yang namanya nyasar tidak pernah terlewatkan.

Banyaknya jumlah ke tempat Mbak sebanding dengan nyasarnya saya menuju rumah :)