Halo !!! Saya Tatik Hartanti, ini adalah blog tentang Catatan Kecil Saya

Pasar Malam di Dekat Rumah :)

Siapa yang suka pasar malam? Serame apa sih pasar malam itu?

Beberapa hari kemarin jalan raya depan rumah begitu ramai tak seperti biasanya, motor yang berlalu lalang semakin memadati jalan. Setelah bertanya-tanya hal ini wajar, karena beberapa meter dari rumah ada pasar malam rutinan.

Pasar malam yang ada setahun sekali di dekat rumah ini memang menjadi salah satu hiburan untuk warga sekitar. Tentunya beraneka macam pedagang siap menjual dagangannya. Acara pasar malam ini diadakan untuk memperingati gantingi sebuah pabrik gula, arti gantingi sebenarnya pun saya tidak begitu paham. Kalau kata mamah, bilangnya setiap kali pabrik gula mau produksi iya harus ada acara seperti ini.

Selepas magribh, si kecil Raffa keponakanku mengajak jalan-jalan ke pasar malam, iyah.. awalnya memang malas apalagi badan kurang enak tadi, bangun tidur juga. Pikirku, tak apalah sesekali keluar rumah bukan hanya di dalam rumah.

Ajakan mamah tak bisa ku tolak, akhirnya aku bersama beliau menuju pasar malam itu, si Kecil Raffa sudah sampai tujuan beberapa menit yang lalu. Tempatnya begitu ramai, wajar sajalah namanya juga pasar malam. Kanan kiri penuh dengan pedagang yang siap melayani para penikmat jualannya.

Mataku pun tertarik pada sebuah pedagang yang menjajakan  cangkir yang tertata rapi dalam satu set, cantik dan terpesona melihatnya. Iya sudah barang tentu, harganya pun secantik cangkirnya. Namun setelah mengingat, ternyata diriku lupa bawa dompet, hanya tersisa ribuan dari belanja tadi pagi. Cuman lihat nda papa kan iya :) hehehe

Setelahnya, akupun melirik dagangan yang satu ini, mainan peralatan dapur dari tanah liat, dulu saat masih anak-anak paling suka kalau dibelikan mainan ini. ternyata sampai sekarangpun mainan tradisional ini masih ada. angkat jempol deh buat para pengrajin dan penjual yang tetap melestarikannya. soal apa nama si mainan ini, setelah searching ternyata nama perlatan dapur mainian ini adalah "mainan tradisional sekaten"

Mainan Tradisional Sekaten


Begitu banyaknya orang dan lampu yang terang benderang membuatku sampai bingung, “  saya ini mau lihat-lihat yang mana” hahaha.

Akhirnya saya menetapkan diri untuk membeli sosis goreng saja, iya walaupun terkesan makanan anak-anak, tak apalah namanya juga pingin siapa yang berani nolak, hahaha. Sambil menunggu sosis matang sedikit berbincang-bincang dengan ibu yang berjualan sosis itu mengenai penasaran saya kemarin dengan ucapan ibu penjual buah sewaktu di pasar. Kata ibu penjual buah kemarin siapapun yang berjualan di pasar malam harus sewa tempat hampir ratusan ribu.


Daripada bertanya-tanya, saya pun membuka pembicaraan dengan ibu penjual sosis :)

“ Maaf bu, kalau berjualan di sini sistemnya sewa atau gimana iya bu” pertanyaan yang keluar dari mulutku tanpa ba bi bu :)

“ kalau saya sih nda sewa dek, kalau yang lain memang sewa” jawab singkat ibu penjual sosis yang sedang menggoreng sosis

“ lho.. memang ada perbedaannya iya bu? Yang membedakan apa to? “ pertanyaanku sembari melepas senyum

“ini kan tempat budhe saya dek, (sambil nunjuk warung dibelakangnnya) jadi gratis, kalau yang sana-sana( nunjuk sekitar) semalam paling sewa Rp. 5.000 , kalau yang makan tempat luas sih hitungan permeter kayak yang jualan gerabah itu lho” jelas ibu itu sembari membungkus sosis.

Mendengar hal yang seperti itu, pertanyaan kemarin sudah terjawab. Bukan hanya di pasar, dimanapun ketika ingin berjualan memang harus sewa tempat. Iya selain untuk mendapatkan tempat yang strategis, kenyamanan pun ada.

Setelah membayar, melihat ramainya pasar malam saat itu membuat saya ingin segera pulang,. Setidaknya saya mendapatkan pengalaman malam ini, karena sampai sekarang pun yang namanya keluar rumah saat malam