Halo !!! Saya Tatik Hartanti, ini adalah blog tentang Catatan Kecil Saya

Ada Yang Baru Didompet :D


Apa saja iya yang ada di dalam dompet? Apa hanya ada ktp,atau  uang saja?. Saya punya sesuatu yang baru nih di dompet :D

Sudah sejak lama yang namanya dompet sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, fungsinya begitu banyak. Selain untuk menyimpan uang biasanya juga digunakan untuk menyimpan kartu-kartu penting. Sekedar pengalaman saja, dulu saya pernah menyimpan uang hanya disaku, karena saat itu masih belum menyukai yang namanya dompet. Alhasil uang yang ada disaku hilang, mungkin terjatuh saat mencoba mengambil uang yang lain, sejak saat itu saya mulai menggunakan dompet.

Ngomong-ngomong soal dompet, saya punya sesuatu yang baru di dalamnya.  Mau tahu apa itu? hehehe  kalau ktp sudah pasti ada, namanya juga warga Negara indonesia pasti punya dong iya, uang sih walau hanya seribu dua ribu tetap ada. Kartu ATM sudah ada sejak lama, iya hitung-hitung untuk tabungan ke depannya. Nah.. terus apa dong? Penasaran? Saya juga, hehehe gaya anak sekarang.

Baiklah, sesuatu yang baru itu adalah sebuah SIM C, hehehe emang sih kesannya biasa banget untuk semua orang. Tapi untuk diriku ini luar biasa senengnya, kayak anak TK yang dapet nilai seratus, udah pasti kegirangan kan.


Sim C milik Saya :)

Diumur yang hampir menuju 22 tahun ini, mungkinkah terbilang telat untuk membuat sebuah SIM C?, bukan pembelaan iya, hehehe kalau menurut

Rabu kemarin tepatnya tanggal 1 april 2015, saya menyempatkan diri membuat SIM. Gayanya sih selangit, tapi tempat satlantas Pati aja nda tahu, hahaha. Iyah maklum lah jarang keluar rumah, sudah pasti alamat beberapa tempat  tidak tahu. Untung aja ada si doi yang siap mengantar dan membantu menyiapkan apa saja yang dibutuhkan :), makasih banget deh mas ^_^
saya sih tidak ada yang namanya telat untuk sebuah usaha. Dibandingkan teman sepelantaran mungkin iya, saya ini telat untuk memilikinya. Tapi setidaknya diriku kini sudah bisa menempatkan si SIM ke dalam dompet, iya kebanggaan tersendiri lah.

Berangkat dari rumah mengendarai si putih sekitar jam 10.30, jangan Tanya panasnya seperti apa, aduh bener-bener ingin teriak…” aku nda kuat……. Hahahah”. Kesannya kok iya manja banget, padahal juga orang desa tulen lho.

Sampai satlantas, bak seorang artis sana sini nyapa dari yang berkata “ mbak..mbak… mas mau ada keperluan apa” , “mbak mas… mau buat sim iya.. sudah ada yang bantu”. Saya yang memang awam dengan mereka hanya membalas dengan senyum ramah dan jawaban yang singkat saja. Mungkin mereka seorang yang namanya “CALO”.

Sampailah pada loket pendaftaran, melihat dan membaca persyaratan yang dibutuhkan, ini langkah-langkah yang saya ikuti saat itu :

Pertama kali saya harus check kesehatan terlebih dahulu, tempatnya berbeda, otomatis harus keluar dari satlantas menuju puri, disanalah tempat checknya. Iya hanya sekedar tensi darah, dan tes mata saja, biaya yang keluar hanya Rp. 20.000, setelah mendapat kertas hasil check kembali lagi ke satlantas.

Sampai satlantas ternyata waktu istirahat, melirik jam ditangan rupanya sudah jam setengah satu. Iya daripada nunggu nda jelas, hal yang paling saya jengkelkan. Saya menuju arah mushola untuk menyegerakan sholat.  Diimami sama pak polisi itu wow banget kayaknya… hahaha

Setelah sholat lanjut ke loket pendaftaran, masih juga jam istirahatnya belum kelar. Iya sudah sembari menunggu baca-baca poster di dinding. Mataku saat itu langsung tertarik pada sebuah poster yang bertuliskan “ STOP PENCALOAN, TANPA CALO LEBIH OKE “ tapi dari tadi kok calo berkeliaran iya, ah lupakan.

Loket pendaftaran tiba, berkas yang masuk saat itu hanya fotokopy ktp dan lembar check kesehatan saja. Seperti pengumpulan pekerjaan saat sekolah, ditumpuk dulu baru dipanggil. Tapi tak lama, panggilan pertama adalah namaku, iya biaya yang dikenakan saat itu sebesar Rp. 100.000,00

Karena saya baru membuat sim, tak heran jika bertanya sama bu polwannya, “ini selanjutnya bagaimana iya bu” pertanyaan yang keluar tanpa melihat terlebih dahulu berkas yang saya bawa.

Saat itu polwannya cuman senyum, sambil berkata “ mbaknya baru buat iya, itu tes tertulisnya mba, di isi dulu”

Hahaha, jangan ditanya malunya seperti apa, tapi menurut saya sih lebih baik bertanya yang belum tahu daripada sok tahu. Haduh,,, malunya tak ketulungan, pesan untuk kedepanya ketika nanti menerima sesuatu harus dibaca terlebih dahulu.

Dibantu si doi yang dulu sudah pernah membuat sim, perlahan saya mengisi formulir yang diberikan tadi. Hanya berisikan data diri aja sih, dan nomor resi pembayaran saat mendaftar tadi. Selanjutnya kata bu polwan menuju loket 2. Nunggu panggilan lagi, setelah dipanggil maju lagi deh ke tahap selanjutnya, ada biaya yang harus dikeluarkan saat itu sekitar Rp. 20.000,00 , untuk apanya saya lupa.

Selanjutnya menuju tes simulasi, ahh rupanya saat itu tes sudah dimulai sejak tadi. Saya telat, iya dari tadi saya tegang, si doi mulai beraksi menggoda.

“ tesnya sudah dimulai lho de’, nanti kamu tes sendirian.. bisa nda, paling salah-salah nanti” katanya sambil cengengesan

“ ahh.. kamu kek gitu mas, iya udah deh pasrah aja, kalau memang nda bisa ngulang minggu depan juga nda papa, kan punya supir setia” jawabku

“hahaha.. nda lah bisa-bisa nanti tesnya, wong cuman bener salah kok, sini lho duduk lihat tes itu” katanya nunjuk ke ruangan yang sedang proses pemutaran video.

“ kok kayak maen game gitu iya mas… kalau gitu mah dede’ pasti bisa wong iya kayak main PSnya rian di rumah, tapi sayang gambarnya jeleg”. Lanjutku

“ itu udah kelar sana masuk, selamat berjuang” tungkasnya

Masuk kesebuah arena game,.. hehehe menurut saya sih seperti itu iya. Hanya dibekali dua tombol yang bernama tombol A dan B. Pak polisi saat itu sok akrab nanya-nanya soal nama… hehehe bukan ding, ditanya nama untuk keperluan administrasi kok :)

Tes simulator sim sudah dimulai, penjelasan tentang kegunaan tombol tentunya dijelaskan dong iya, tombol A untuk jawaban yang salah dan B untuk jawaban Benar. Jawaban yang dibutuhkan memang hanya ada 2 itu saja. Menikmati proses tes yang satu ini, rasanya itu seperti main game beneran, tegang ada saat pencetan tombolnya terkadang macet, selepasnya enjoy aja… hahaha

Dari ke 30 soal aku hanya mampu menjawab 25 soal, iya kalau dinilai cuman dapet nilai 8,3 lumayan lah, untuk pengendara amatir seperti saya, karena tesnya tadi seputar cara berkendara yang baik dan benar.

Untuk tes selanjutnya tes praktek sahabat tau lah seperti apa.. hehehe selanjutnya sesi foto, muka yang udah kusam, acak-acakan, semprawut lah akibat panas-panasan tetap harus pede di depan layar kamera, bagai seorang aktris yang siap untuk sesi pemotretan :)

Setelah foto, sidik jari dan tanda tangan akhirnya sebuah kartu yang dinanti-nanti jadi :) . Hore… saat itu saya resmi mengantongi kartu baru untuk isian di dompet, kartu SIM C :D bangga banget iya kesannya :D

Benar-benar menikmati setiap alur yang harus dilalui, perjuangan dari jam 1 siang sampai 3 terbayarkan dengan sebuah kartu. Tapi.. yang namanya lapar tetap saja lapar, saya lapar……. Hahahah

Yang bikin tambah seneng itu ketika saya tidak menggunakan jasa calo yang dari tadi menyapa saya bak seorang artis :),.

Ini pengalaman saya ketika membuat SIM C, esok hari nanti dilain kesempatan saya juga akan berbagi cerita cara membuat sim A, doakan iya sahabat saya punya rejeki lebih dan lebih untuk membeli sedan impian, hahahaha…. Baru deh membuat sim A.