Halo !!! Saya Tatik Hartanti, ini adalah blog tentang Catatan Kecil Saya

Liburan Akhir Pekan yang Berkesan :)

Liburan .. siapa yang tak suka mendengar hal ini? kemana kalian menghabiskan akhir pekan kemarin ?

Mungkin banyak orang menyukai yang namanya “liburan” apalagi ketika kita harus menempuh jarak yang lumayan jauh, iya istilahnya jalan-jalan lah. Tapi berbeda halnya dengan saya, jika diminta memilih antara tidur seharian dan jalan-jalan, jelas saja memilih tidur seharian, hahaha, Jalan-jalan itu capek, bikin pegel itu menurut pandangan sempit saya. Hihihi :D

Mungkin juga karena saya ini tipikal orang yang mudah capek, bisa dikatakan jarang banget jalan-jalan dari kecil sampai kebawa umur segini. Tapi memang berbeda orang maka berbeda pula pendapatnya, kalau menurut si kucel (panggilan untuk keponakan cowok paling gedhe) “ jalan-jalan itu enak banget, apalagi ketika sampai tempat yang menjadi tujuan kita, rasanya wow luar biasa” .

Mendengar hal itu, ketika ada  rejeki lebih nanti ingin rasanya merasakan liburan lagi bersama dirinya dan yang lain, hehehe. Setelah liburan bareng tempo dulu selepas hari raya, dikemudian hari si kucel memang sudah pernah cerita, kalau ada waktu luang dia ingin berenang, main air sambil liburan ke tempat yang sama. Keinginan ini menurut saya sesuatu yang masih menjadi PR hingga berbulan-bulan. Sampai akhirnya 7 bulan berlalu dari keinginan yang dia utarakan :).

Melihat adanya waktu luang dan gusti Allah memberikan rejeki lebih, Alhamdulillah minggu 12 April 2015 kemarin kita liburan bareng ke salah satu wisata dekat rumah :D . Hitung-hitung refreshing buat si kucel yang dari kemarin udah try out, ujian sekolah dan sebentar lagi UN. Butuh waktu sekitar 1 jam untuk sampai ke Juwana Water Fantasy menggunakan kendaraan sepeda motor.

Tempat yang diinginkan si kucel ini harus melewati jalan yang bukan hanya berliku-liku, tapi… jalannya cukup hancur lah bukan hanya rusak. Lubang sana-sini bikin pinggang seperti ditimpa beban yang begitu luar biasa beratnya :D. “ pinggangku mau copott….. tolongggg” teriakku

Sesaat sampai tujuan, kita menuju loket untuk membeli tiket. Antrian bergejubel menuju pintu masuk, seperti anak TK ketika masuk kelas berbaris satu-satu terlihat rapi. Cap identitas tempat wisata segera tertempel di tangan :)

Sebelum nyemplung, hal pertama yang kita incar adalah naik “ bebek-bekan “ kata si ganteng kecil (raffa). Saya pun tidak tahu namanya, sebuah mainan yang memutari danau, kita harus mengopersikannya menggunakan kaki seperti layaknya naik sepeda gitu, kalau orang jawa bilang “ngontel” hahaha

Bebek mainan air
Bebek-bekan kata si fafa :)

Berhubung menunggu waktu dzuhur tiba, kita pun memanfaatkan waktu untuk menikmati dulu wahana tanpa air. Pertama kalinya masuk ke rumah kaca, awalnya sih pede-pede aja ada kakak, kucel dan dia yang ada dihati, eh tapi ternyata kok bikin kepala kliyengan alias pusing. Saatnya angkat tangan pada kamera, hahaha. Tidak.. tidak… saya masih kuat kok hingga kami mendengarkan ucapan terima kasih, tanda berhasil  melampaui rumah kaca. Berhasil.. berhasil .. berhasil. Biar kayak dora yang lagi kegirangan gitu :D

Yang namanya pusing tetap menempel, iya istirahat dulu disebuah gasebo. Saatnya menyantap makanan bawaan, haha. “ Hidup kok iya nikmat banget gini iya kalau benar-benar diresapi,” kataku dalam hati.

Selfie dulu ahh.. hahaha
Keluarga kecil akak
 dan kucel :D

si kucel :D

Nda lengkap rasanya memang kalau main ke sana tanpa main air, masih ragu-ragu kala itu untuk nyemplung ke kolam renang, saya pun hanya berdiam dipinggiran kolam. Kakak ipar yang sudah berada dalam kolam, tiba-tiba naik. Aroma yang kurang sedap sepertinya, waspadalah… waspadalah.. kata bang napi.

Sekali, dua kali menjaga kewaspadaan, alhasil tumbang juga. Saya lengah, dengan bangga kakak ipar menertawakanku yang kini sudah kecemplung kolam. Aduh biung… 

Waktunya main air,….singkat cerita karena begitu menikmati 3 jam berlalu tak terasa. Waktu menunjukkan pukul 15.15 tandanya kita semua harus menyudahi liburan kala ini. 

Menuju parkiran motor, si kucel sudah meninggalkan parkiran beberapa menit yang lalu. Ada kejadian yang mungkin sudah menjadi identitas kita (aku dan dia), arah pulang yang kita ambil sama ketika berangkat. Namun ketika sampai perempatan, sesuatu yang namanya “lupa” tiba-tiba muncul begitu saja” iya kalau sudah begini ajian beja-beji menjadi sebuah pilihan, hahaha.

Tanpa saya sadari, jalan yang dilewati saat itu seperti pernah melalui sebelumnya. Setelah menengok kanan kiri, tidak ada papan arah sekalipun hanya ada baleho-baleho besar terpampang.

Benar kata pepatah, “malu bertanya sesat di jalan” saya mengalaminya :D . Daripada makin sesat, kita pun menepi dan mendekati seorang ibu-ibu yang sedang berjalan di samping sepeda roda duanya. Ibu itu seperti ketakutan, mungkin Karena kejadian begal yang lagi marak-maraknya. Kita dikira begal kali iya, hahaha

Saya pun melempar senyum dan bertanya “ bu,, nderek tanglet arah tayu pundi nggih  ? “ ( bu, mau tanya arah tayu kemana iya ? )

“ lho… arah tayu nggih sampeyan salah wuk, wong iki yen lurus kuwi arah rembang iyo. Sampeyan mbalek wae, mengku yen ketemu rambu-rambu marak nengen iyo. Janjane sampeyan iki asale teko ngendi to wuk” jelas ibu itu dengan logat jawanya. 
(lho.. arah tayu kamu iya salah, jika kamu  lurus itu arah rembang. Lebih baik balik arah aja, nanti jika ketemu rambu-rambu ambil arah kanan iya. Sebenarnya kamu darimana? ) 

“kula saking tayu bu, nembe sepindah wonten mriki, lajeng supe dalan wangsul ”  jawab saya berusaha menggunakan bahasa jawa yang terbilang hancur mungkin :D. 
(saya dari tayu bu, baru kali ini ke sini, lupa arah pulang)

“ Ya Allah wuk.. wuk.. untung lagi tekan kene durung adoh, iyo iku mau wae sampeyan lurus nemu rambu-rambu nengen, mengku yen tekan pasar dak ileng dhewe a” sepertinya ibu itu menahan ketawanya sembari menjelaskan kepadaku arah pulang :D

“ Ooo nggih bu, matur suwun nggih bu. Monggo “ ucapan terakhir yang saya berikan kepada ibu yang sudah menunjukkanku arah pulang :). Hahaha untung rasa malu udah saya buang jauh-jauh hari, baru di juwana aja udah nyasar kemana-mana. Apalagi ke tempat yang lebih jauh? Tidak bisa membayangkan :D

Sampailah pada pertigaan, bingung  ambil kanan atau kiri, daripada salah tanya sajalah, senjata “malu bertanya sesat dijalan” emang paling pamungkas saat itu, hahaha. Tanya sama bapak tukang becak. Hal ini juga membuatku malu bukan kepalang, super dupernya malu deh. Jarak 5 meter dari tempat saya saat bertanya bapak tukang becak ternyata.. e ternyata ada plang arah menuju tayu. Haduh biung…. Mungkin pikir bapak tadi saya orang yang nda bisa baca kali iya. Sampai-sampai harus nanya, padahal beberapa meter juga ada plang arah. Hahaha .. tak apalah. 

Terdengar suara yang tak asing dari belakang seperti memanggil, ternyata mamah. Dari tadi kucel juga salah jalan, 2 kali berbutar di alun-alun juwana. Hahaha saya punya teman salah jalan, hore :D.  

Perjalanan ini belum berakhir, harus menerjang hujan yang cukup lebat dan lubang-lubang jalan yang siap menerkam :) . 

Sampailah di rumah, dengan menyisakan rasa capek dan kedinginan. Hahaha

Perjalanan ini bukan hanya liburan semata, sabarku diuji ketika harus melewati jalan yang berlubang-lubang seperti siap untuk menerkam. Mengajariku arti sebuah kebersamaan bersama mereka orang-orang yang berharga dalam hidupku. Lebih meresapi setiap kenikmatan yang Allah berikan untuk kami semua, bukan hanya rejeki melainkan kesehatan dan keceriaan dari mimik mereka. Membuatku membuang jauh-jauh rasa malu karena salah arah, ini lho yang paling tak terlupa :) . Satu lagi rela terguyur air dari lubang-lubang akibat mobil yang melintas dengan cepatnya. Saatnya bilang “aku ra popo” hahaha.