Halo !!! Saya Tatik Hartanti, ini adalah blog tentang Catatan Kecil Saya

Kelinciku Oh kelinciku Seperti Manusia ^_^

Siapa yang punya binatang peliharaan dirumah?  Lalu binatang apa itu?

Ngomong-ngomong soal peliharaan, saya punya sebuah binatang yang lucu. Bahkan dijadikan maskot untuk sebuah jabatan lho, hihihi. Jabatan yang katanya cocok untuk mereka seorang laki-laki yang suka gonta-ganti pacar, apalagi kalau bukan “playboy”. Hahaha… jabatan itu seperti judul lagu salah satu girlband indo yang ngehits pada waktunya :D

Pasti tahu dong hewan apa itu? Iyapss si empunya telinga panjang tapi runcing ke atas, kelinci :D . Hewan ini merupakan salah satu hewan termanis versi saya, cielah gayanya selangit. Bagian dari kelinci yang saya suka itu hidung, telinga dan gigi, yang bikin gemes banget pokoknya. 


kelinci australia
Calon kelinci yang ingin saya beli :), dulu 


Si kelinci bergigi cantik ini saya beli udah lebih dari 1 tahun lho, tepatnya tanggal 28 maret 2014. Kenapa bisa hafal dengan tepat? Karena eh karena gaya bang haji rhoma aja :) , sebelum deal membeli saya sempat mengambil gambarnya terlebih dahulu, hihihi. Boro-boro hafal kapan beli kelinci, terkadang hari aja saya lupa, ini semua juga karena si Samsung jadull saya :)

Dengan harga Rp. 40.000, si kelinci akhirnya bisa saya bawa pulang, wah jangan ditanya girangnya saya seperti apa? Lebih dari ketika orang dapet lotre, beneran. Seperti ketika bayi lahir dan di beri nama, kelinciku juga kuberi nama lho, namanya “Encis”

setelah dua bulan saya pelihara :)

Encis maem disuapin fafa
si fafa ngasih maem Encis :)
kemarin saat mandiin si fafa ikut andil :D

fafa mandiin kelinci
Fafa yang asyik mandiin encis :)
Setelah mandi Encis pun mulai mengeringkan badannya pake lidah :)

fafa action
narsisnya kumat deh :)

Sehari, dua hari sampai minggu ke berapa iya, saya lupa. Si Encis rajin saya beri makan wortel, kangkung, wortel, kangkung begitu setiap hari. Sampai-sampai yang namanya rumput, tidak pernah saya berikan untuk makanannya. 

Sampai suatu ketika, saya lupa membeli kangkung di pasar, stok wortel pun habis, padahal waktu sudah menunjukkan sore hari. Pergi ke pasar juga tidak mungkin, mana ada penjual sayur. Satu-satunya cara hanya memberinya makan rumput, daripada kelaparan :)

Rumput depan rumah begitu hijau, kalau saja saya seekor kelinci saya pun akan melahap habis makanan itu. Dibantu ibu mengambil rumput, saya pun lekas memberikan si Encis makan, setelah itu saya tinggal sebentar. Setengah jam kemudian saya kembali, maksut hati ingin menambah makanan si Encis. Tapi kok makanannya tadi masih tetap sama, berarti dia tidak makan dong iya :)

Wah.. dalam hati saya bergumam..
“ ini kelinci kok iya manja banget, setelah terbiasa makan enak, dikasih makan seadanya kok nda terima, wes.. wes.. ampun tenan. Padahal dulu juga sama peternaknya dikasih makan rumput sama bekatul, lha dalah kayak manusia aja “
Iyah.. ternyata bukan hanya seorang manusia yang terkadang lupa, ketika mereka sedang menikmati suatu puncak kenikmatan yang dikirimkan oleh yang maha kuasa, Kelinci yang hanya seekor binatang saja pun sama. Padahal yang namanya sebuah kehidupan itu terus berputar, yang saat ini mungkin sedang di bawah esok hari mungkin akan di atas, begitu sebaliknya :)