Halo !!! Saya Tatik Hartanti, ini adalah blog tentang Catatan Kecil Saya

Senyuman yang Membekas di Mimpi Itu :)

Apa sih arti ayah untuk kalian sahabat? beragam jawaban tentunya, berbeda orang maka berbeda pula sih iya pendapatnya :)

Begitupun dengan saya, iya seperti sebuah lirik lagu dangdut siih iya Kalau sudah tiada baru terasa.. bahwa kehadirannya sungguh berharga... sungguh berat aku rasa kehilangan dia..sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia " . 
Iya walaupun kuranbegitu suka sama dangdut cuman iya liriknya pas di hati aja.

Setelah tidak adanya Ayah disampingku kadang rasa yang namanya kangen muncul deh tiba-tiba gitu. Nah.. seminggu  lebih dua hari nda ke makam almarhum Ayah  rasanya kayak bertahun-tahun nda berkunjung #agaklebay sih. Tapi memang begitu adanya, berasa ada yang kurang jika lama-lama tak berkunjung ke sana. Suer... hahaha

gambar dari google


Maka sabtu sore ku sempatkan sedikit waktu berkunjung ke makam hanya sekedar mengirim doa untuk Ayah. Kali ini, di temani seseorang aku tak sendiri :D, hahaha . Sebelum berangkat, ada hal yang membuatku cukup merasa mangkel, jengkel dan memang dasarnya diriku ini cengeng hampir saja air mata menetes. Sempat sih aku ingin pergi sendiri, jika memang tidak jadi mengantar hanya karena hal yang sepele. :(

Hampir menuju posisi marah, tapi berusaha untuk tetap menahan amarah. “ Kalau memang tidak mau mengantar iya sudah, aku bisa pergi sendiri kok “ cetusku dengan nada yang menahan tangis , hah gembeng :D. Ketika mendengar kata-kataku yang seperti itu membuatnya jadi terbangun dan segera menyusulku. Haha .. memang diriku paling tidak bisa menunggu untuk urusan ke makam Ayah.

Sesampainya di makam, ku mulai membersihkan pusara Ayahanda tercinta, habis hujan wajar saja jika ada tanah yang menempel. Ku membersihkan selayaknya Ayah dulu pernah membersihkan luka di kepalaku. Luka terjatuh dari boncengan sepeda kakak, yang aku tahu kakak tak sengaja menjatuhkanku.

Kali ini aku berjanji tidak akan menangis, selain teringat akan janji juga mencoba menerapkan rasa malu karena sudah terbilang berumur masih menangis, malu sama kucing seperti lagu anak-anak yang lagi hits :)

Ayah tak jarang mengelus kepalaku di sore maupun malam hari menjelang tidur. Iya aku memang rindu akan usapan tangan Ayah di kepalaku, menemaniku belajar dulu. Tak jarang ketika aku belajar, ada beberapa soal yang memang belum mengerti Ayah tak segan-segan membantu, mencoba menjelaskan penyelesaian soal itu. Inilah yang aku rindukan dekapan kasih seorang Ayah, waktu bersama, bercerita di sore hari :) dan .. dan.. dan yang lainnya. 

Boleh dikata aku memang jauh lebih dekat dengan Ayah. Sikapnya yang nda banyak omong tapi berisi ini yang aku sangat rindukan. Ayah memang sosok yang pendiam, bicara di saat perlu saja tapi ada aksi yang benar-benar di inginkan.

Kerinduan inilah kemarin membuatku sampai bermimpi, dalam mimpi itu aku pergi menyusul Ayah. Saat itu Ayah tersenyum sama halnya ketika beliau masih ada, begitu jelas.
Namun dari kejauhan aku mendengar tangisan memohon agar aku tak ikut Ayah, 

" Ojo melu a lek... lek..." ( jangan ikut tante... tante) ku mencari sumber suara itu ternyata dari dia keponakanku si kucell. 

Saat aku melangkah menyusul Ayah dengan tangisan, suara itu makin nyaring terdengar, iya akhirnya aku kembali ke keponakannku.

Begitu bangun, aku sesenggukan, ada pilu dimataku seakan memang benar-benar mengalaminya. Ku lihat jam ternyata sudah waktunya shalat subuh, ku segerakan wudlu dan shalat untuk menenangkan diri. 

Kuingat-ingat lagi wajah teduhnya, sosok sayangnya, pelukan sayang bahkan saat cara mencium pipiku :), iya mimpi yang memiliki berjuta arti :)

Terima kasih Ya Allah .. engkau mengabulkan doa yang selalu ku panjatkan
Terima kasih telah mempertemukan Tha dengan orang yang begitu berharga untuk diri Tha...
Walaupun sekedar mimpi :) tapi itu lebih dari cukup
Rindu.. oh rinduku sedikit terobati hari ini...
salam rindu dari anak cengengmu ‪#‎AYAH‬