Halo !!! Saya Tatik Hartanti, ini adalah blog tentang Catatan Kecil Saya

Kapan Nikah?

Kapan nikah? Pertanyaan ini seperti momok yang menyeramkan bagi sebagian dari mereka yang belum nikah. Tiap kali pergi ke undangan juga akan muncul pertanyaan “kapan nyusul? Udah ada gandengannya belum? “.

Begitu pula kalau lagi ketemu bareng teman-teman yang udah nikah, siap-siap aja pertanyaan itu akan muncul bertubi-tubi. Uhh…. Kadang dalam hati ingin berteriak… “ pertanyaannya bisa diganti ndaaaaaaa??.

please,,,, jangan tanya itu ^_^

Namanya juga hidup sebagai makhluk sosial, terkadang apa yang menjadi jalan hidup kita menjadi sorotan untuk beberapa orang. Kasarannya ada beberapa orang yang selalu ingin tahu apa yang sedang terjadi dengan kehidupan kita.

Setiap manusia memiliki tahapan yang berbeda dalam proses kehidupannya. Tanpa kita sadari pertanyaan akan selalu muncul dari masyarakat sekitar mulai dari lahirnya seorang bayi.

Ketika bayi berusia bebeberapa bulan dimana bayi seusianya mulai tengkurap dan si A belum tengkurap makan akan timbul pertanyaan “ lho kok belum tengkurap… kapan nih tengkurapnya?. Begitu pula saat seusianya mulai merangkak, timbul lagi Pertanyaan “ usianya udah sekian… tapi kok belum merangkak… kapan merangkaknya nih”. Padahal tumbuh kembang anak dari yang satu dan yang lain itu berbeda.

Saat mulai beranjak remaja dan sekolah ataupun kuliah pertanyaan tak henti-hentinya keluar, “ kapan lulus sekolah ?” . giliran sudah lulus, yang namanya pertanyaan muncul lagi, “kapan kerja…??”. Udah dapet kerjaan yang dibilang cukup berpenghasilan, pertanyaan pun lagi-lagi datang “ kapan nikah”

Iyah… jika kita selalu mendengarkan apa yang menjadi kata, pertanyaan ataupun pernyataan orang lain secara tidak sadar kita melakukan hal yang bukan lagi menjadi keinginan kita, melainkan keinginan orang lain.

Begitupun soal jenjang yang namanya “pernikahan” . Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan yang berbeda jenis, melainkan juga menyatukan dua keluarga besar. Banyak yang harus dipertimbangkan dalam menentukan hal ke depannya. Bukan asal tubruk yang akhirnya membawa hal yang kurang baik.

kapan nikah?

Ada yang usianya mungkin sudah cukup menikah, tapi belum menikah. Mereka pun punya alasan tersendiri kenapa hal itu terjadi. Salah satu alasan yang pernah saya dengar dari teman saya yang kini berusia 25 tahun atas pertanyaan saya “ kakak kok belum nikah kenapa? kebanyakan milih atau bagaimana kak? Diapun menjawab “ milih itu perlu tha… karena kakak nda mau menghabiskan sisa hidup kakak dengan orang yang salah”.

Iya setiap pilihan itu ada alasannya masing-masing, mulai dari si A sampai Z. Begitu pula dengan pilihan yang namanya “pacaran”. Pendapat yang datang tentu beraneka ragam, bahkan di dalam agama pun tidak memperbolehkan yang namanya pacaran.

Kembali lagi ke personalnya masing-masing, kalau menurut saya sih asal tidak ke arah negatif, bisa menjaga diri dan yang paling utama berpedoman dengan agama, kenapa tidak?. Pacaran bukan serta merta harus selalu melakukan hal yang menjerumuskan kita ke hal-hal yang sekiranya merugikan diri kita kok.

Mungkin bisa dijadikan sebagai langkah perkenalan, tentang siapa si doi, bagaimana sikap si doi, darimana keluarga si doi. Kalau orang jawa bilang bebet, bobot, bibit. Eits,,, tapi hal ini jangan salah diartikan berarti kita harus memandang orang sebelah mata iya ^_^ .

cincin Tunangan :)
Apapun yang menjadi pilihanmu saat ini lakukanlah. Sebenarnya bukan soal kapan kita akan menikah kok, tapi bagaimana tanggung jawabnya ke depan itu seperti apa. Ketika sudah memberanikan diri untuk menikah, itu berarti apapun yang terjadi dengan rumah tangga adalah tanggung jawab berdua. Bukan lagi tanggung jawab orang tua si lelaki atau perempuan.

So… lakukan apapun yang menjadikan dirimu nyaman iya sobat. Ini hidupmu, bukanlah kehidupan orang lain. Jika ada pendapat ataupun pernyataan dari orang lain, pintar-pintarlah memilah-milah. Jika memang sekiranya baik dan bermanfaat,.. maka boleh diterapkan. Jangan sampai kata mereka menjadi penyakit hati untuk kehidupan kita ^_^