Halo !!! Saya Tatik Hartanti, ini adalah blog tentang Catatan Kecil Saya

Sate Ayam Spesial untuk Mamah

Dimasakin orang tua di rumah, khususnya mamah, ibu atau mak mungkin setiap hari iya. Tapi bagaimana kalau orang tua yang meminta kita membuat masakan untuknya?? Wow banget nda sih?? Hehehe

Seperti apa yang aku rasakan waktu Ramadhan kemarin, merasa wow iya, takjub udah pasti. Iyah... pokoknya ungkapan gembira muncul semua. Hari akhir-akhir ramadhan jujur saja aku sangat sibuk dengan nikmatnya Allah, tapi di sisi lain aku juga masih punya waktu untuk sekedar pergi ke pasar dan menyiapkan buka puasa.

Pagi itu, sebelum pergi ke pasar saya selalu bertanya dengan seisi rumah. Mau masak apa hari ini?. Si kucell hanya menjawab “ sembarang” tapi dari kejauhan Mamah menyuarakan keinginannya “ Tha… tumbas ayam go, ngku masak dadi sate ayam kayak ning tv ndek bengi ilho “.

Sate ayam
Sate ayam buatanku :)

Keinginan mamah ini nda seperti biasanya, kadang mamah hanya ikut saja dengan apa yang saya beli dan kemudian memasaknya. Tapi kali ini mamah meminta untuk membuat masakan untuknya. Sate ayam bumbu kacang, masakan yang mungkin terdengar sedehana tapi terlalu bermakna untukku ^_^.

Bagaimana tidak terlalu bermakna untukku? Yang biasanya diriku ini di masakin mamah, kali ini beliau meminta saya memasak untuknya. Oke mamah… kan kubuatkan hidangan sederhana tapi special ^_^

Ayam yang ku beli segera saja dipotong dadu kecil-kecil supaya bisa di tusuk pakai tusukan sate. Mamah nda membantu? Ohh.. tidak tetap saja Beliau membantu karena memang tipikal orang yang nda mau diem. Ada aja aktivitas yang ingin dilakukan.

Tugasku? Membuat bumbu racikan special ala Si Embeng deh :) . Oke kala itu bumbu sudah jadi, saatnya melumuri sate dan memanggnya di dapur dadakan buatan mamah di belakang rumah.

Siapa yang memanggang? Saya? Ohh tidak. Mamah yang mengambil alih proses pembakaran, mamah oh mamah emang nda mau diem. ^_^

Mamah lagi asyik bakaran :D

Judulnya saya cuman bikin bumbu aja nih ceritanya…. Hahaha tak papalah yang penting masih bisa membuat masakan special untuk mamah.

Setelah adzan magrib berkumandang, kami pun menyegerakan berbuka puasa dengan sate ayam bikinan sendiri. Komentar mamah gimana ? “ nah… ngene iya enak tenan “ . hahaha

Sahabat.. mungkin kata “nah ngene iya enak tenan” terlalu biasa terdengar oleh siapapun. Tapi itulah ucapan tulus yang keluar dari mulut seorang mamah. Sebagai orang tua, mungkin bukanlah materi yang diinginkan mereka. Tapi perhatian kecil, menemaninya disetiap waktu dan menyegerakan apa yang menjadi keinginannya saat itu memiliki nilai yang lebih dibandingkan segalanya.